Rachelatte

Beauty and Lifestyle Blog

Friday, November 30, 2018

Huda Beauty Smokey Obsession DUPE?! - Bad Habit After Party | REVIEW & SWATCHES


First of all, let me be clear ya, a dupe is not a replica!

Dupes, dibuat oleh merk nyata yang menawarkan kisaran warna yang sama dengan palette yang ada di pasaran. Selain itu, dupes biasanya isinya mirip banget sama produk aslinya sampai kadang kita susah banget ngebedain warna yang dupes dan original.

Sedangkan Replicas/replika atau bahasa kasarnya "palsu" diproduksi secara massal dan dibuat sama persis dari palette yang ada mulai dari packaging, nama brand (mostly the highend one), bahkan warna. Selain itu barang-barang kosmetik replika dikenal akan kandungan berbahayanya. 
Bagi yang belum tau kandungan berbahaya kosmetik palsu, bisa klik disini ya untuk mengetahui lebih jelas. 

Jujur aja aku udah lihat secara langsung kosmetk-kosmetik replika ini saat aku trip ke China tahun 2012 lalu, waktu itu aku ada kesempatan jalan ke pasarnya gitu. Disitu, buju buset dah, banyak banget kosmetik highend yang dijual dengan harga dibawah harga aslinya, sebut aja ada Nars, Benefit, Anastasia Beverly Hills, Urban Decay, dan masih banyak lagi. Awalnya aku ga nyangka kalo itu palsu, soalnya mirip banget ama aslinya! jadi aku iseng nanya dan ternyata harganya beneran ga masuk akal. Di Sephora misalnya harganya bisa Rp 450.000 nah dia jualnya cuma Rp 40.000. Gila banget kan?!

Tapi, hari ini aku ga mau bahas kosmetik palsu, yang mau aku bahas  bahas adalah dupe-nya Huda Beauty Smokey Obsession Palette, yaitu : After Party Palette by Bad Habit.

Jadi ceritanya waktu itu aku lagi iseng, seperti biasa cari-cari info, cari-cari inspirasi buat bikin video dan nulis blog, eh aku nemu videonya Tati yang nge-review Huda Beauty Obsessions Palette. Terus ya udah aku cari-cari di online shop dan akhirnya dari 4 jenis Obsessions palette yang ada saat itu; Smokey, Mauve, Warm Browns, Electric, aku putusin untuk beli yang Smokey karena aku ternyata selama ini ga punya eyeshadow palette yang mengandung warna hitam, hehe.
Kemudian beberapa minggu setelah itu, eh toko online makeup kesayangan aku ngadain Pre Order palette-palette dari shophush.com. Ada beberapa brand yang dijual di Hush, yang paling menarik adalah brand-nya Bad Habit. Kenapa? Guuurrrlll, Bad Habit ngeluarin dupe dari highend brands dong! Gila, aku langsung drooling pengen beli semua. Long story short, aku akhirnya mutusin beli 2 palette dupe-nya Huda Beauty. 
Sebenernya, seperti Huda, Bad Habit ngeluarin After Collections yang terdiri dari After Hours, After Dark, After Shock, dan After Party, yang semuanya adalah dupe dari Huda Beauty Obsessions Palette. Daan, karena aku punya yang Huda Smokey Obsession jadinya aku beli yang Bad Habit After Party untuk jadi bahan review aku. 

Now, let's take a deeper look on them


THE PRICE

Untuk urusan harga, keduanya berbeda cukup jauh ya. I mean, who doesn't know palette gedenya Huda kalo udah di rupiahin bisa main jutaan, ya kan? nah ga jauh beda, palette mini-nya ini ya harganya setengah juta, bo'.
Sedangkan Bad Habit After Party Palette hanya $10 USD yang kemarin kalau dirupiahin cuma Rp 250.000


THE PACKAGING





Bisa dilihat sendiri ya kalo palette nya Bad Habit lebih besar ketimbang Huda, tapi keduanya menurutku masih travel friendly, walaupun pertama kali agak kaget karena Huda begitu kecil cuma segenggam tangan doang. 





Kalo dilihat side by side warnanya emang sama persis ya, cuma ada beberapa penempatan warna di Bad Habit yang di letakkan berbeda. Keduanya dilengkapi kaca, which is great, bisa untuk touch up. Dan terakhir, Bad Habit menamai setiap warnanya, sedangkan Huda nggak ada, kosong aja gitu. 


SHADE VS SHADE





Kalau dilihat side by side kayak diatas tadi, we barely seen the difference, right? tapi begitu aku swatch ternyata ada beberapa warna yang agak berbeda.


PERFORMANCE & PIGMENTATION

Talking about the performance dan pigmentasinya, keduanya sama-sama pigmented ketika di swatch, ini aku swatch tanpa eye primer ya. Tapi menurutku, honestly, ga akan ada yang bisa ngalahin highend brand, mau dupes-nya merk apapun, mau warnanya semirip apapun. Menurutku lho, ya. Kalo menurut kalian "ah enakan dupe lah, murah, fallout mah biasa, bisa di apus juga", ya silahkan beropini sendiri.

Let's make the performance and pigmentation comparisons on each palettes

Huda Beauty :
- Super pigmented, salah satu palette yang punya pigmentasi warna terbaik
- Mattes are very soft and buttery
- Easy to blend
- Shimmers are creamy and easy to applied

Bad Habit :
- Pigmented
- Mattes are little bit powdery
- The fallout tho *tepok jidat*
- Shimmers are creamy, but a lil bit tricky with application, tapi bisa pakai wet brush atau jari. It's not a big deal


FINAL THOUGHTS

Is it a dupe? 

Kalau dilihat dari segi packaging dan warna, udah jelas banget kalau Bad Habit memang meniru Huda Beauty, walaupun dari segi kualitas eyeshadow-nya menurutku sedikit berbeda, sedikit ya, karena shimmers-nya Bad Habit cantik banget dan gampang di aplikasikan. 

Dan, oh ya, kita bahas dulu sedikit tentang fallout-nya Bad Habit ya. Ini aku serius, ga boongan, so i barely touched the mattes dengan fluffy brush, (when i said barely it means BARELY), cuman nyentuh doang tapi fallout-nya luar biasa. Kayak powdery banget, jatoh-jatoh semua. 





Jadi, karena fallout yang begini banyak, cara ngakalinnya saat diaplikasikan adalah dengan build up color beberapa kali supaya hasilnya bagus.
Anyways, I'm not saying this is a bad palette, menurutku ini palette yang cukup bagus kok, apalagi dengan harga segitu, siapa yang bisa ngelawan? kalian bisa dapat palette yang mirip dengan highend brand, warnanya juga mirip, jadi bisa bikin look yang mirip juga.

Jadi jawabannya adalah YES, it is a dupe!

Bagi yang penasaran, i made a video tutorial using this palette, check out my youtube channel here

Thanks for reading, until next review

XO,
Rachel

Monday, November 5, 2018

ELONA WORLD Maa Zee Naa 3 in 1 Hot Brush Iron | REVIEW

Pernah ga sih kalian berangan-angan pengen punya alat styling rambut yang bisa menghasilkan berbagai variasi rambut, mulai dari ngelurusin, curly, atau ngeblow dalam satu alat? 
Seandainya ada alat begitu, pasti hidup jadi lebih gampang banget, ya kan. Apalagi buat yang suka travelling kayak aku gini, pengennya ga mau yang ribet. Jujur aja aku selama ini kalo travelling sebisanya menghindari bawa alat styling rambut lebih dari satu jenis. Yang artinya aku harus milih, kalo aku bawa curling iron, berarti setiap hari aku harus bikin rambut aku curly. Kalo bawa straightener, berarti aku harus nyatok tiap hari. Padahal kepengen banget tiap hari ganti-ganti gaya rambut.

Nah ladies... and gentlemen,
Angan-angan kalian hari ini terjawab sudah! 
Karena aku baru aja dapat paket dari Elona World, sebelum aku kasi tau apa isinya, aku mau cerita sedikit tentang Elona World. Jadi Elona World adalah online shop yang ngejual berbagai jenis hair styling tools, mulai dari catokan, crimper, curling iron, sampai sisir anti kusut (detangler hair brush), shampoo, dan masih banyak lagi.

Kali ini aku beruntung banget dikasi salah satu best seller tools dari Elona yaitu si Maa Zee Naa Hot Brush Iron 3 in 1 yang fungsinya untuk menghasilkan rambut lurus, curly, atau blow natural hanya dengan satu alat. Amazing banget kan!





Packagingnya bentuknya kayak tabung gede gitu, berbahan cardboard tebel. Menurutku packagingnya ga makan banyak tempat ya di storage, selain itu lucu banget, di packagingnya ada keterangan isi, dan informasi lengkap tentang Elona dan produknya di bagian belakang.



Kalo untuk urusan styling iron begini aku biasanya bakalan ngecek ini kabelnya gimana, soalnya aku pernah punya curling iron yang kabelnya ga bisa muter dan itu kusut banget, jadinya patah. 
Tapi ternyata kabelnya Maa Zee Naa ini bisa muter 360 derajat, selain itu lumayan panjang juga, sekitar 2.5 meter. Jadi ga perlu khawatir kabelnya akan kusut apalagi patah.


Cara pakainya gampang banget, dibagian belakangnya ada kayak tombol lock dan unlock, tinggal di slide aja. Kalo di lock bentuknya jadi kayak sisir untuk blow dan bisa juga digunakan untuk bikin curly yang besar-besar gitu, sedangkan kalo di unlock sisirnya akan kebuka dan bisa dijadikan catokan.



Lalu dibagian depan ada 3 tombol, tombol paling bawah adalah tombol ON/OFF, kalo mau di nyalain tinggal di tahan aja sampai pengaturan suhunya muncul, kemudian kalo mau matiin tinggal dipencet aja lagi, ga perlu ditahan. 
Tombol (+) seperti biasa untuk menaikkan suhu, sedangkan (-) untuk menurunkan suhu. Untuk pengaturan suhu, minimal 80 derajat sampai maximalnya yang paling panas 220 Derajat Celcius. Tapi aku biasa pakai di 190 derajat, kalo menurutku udah kepanasan, bisanya aku turunin di 180 derajat. Buat yang rambutnya habis di warnain, sebaiknya pakai ga lebih dari 180 derajat supaya rambutnya ga makin rusak.

Yang paling aku suka, aku ga perlu nunggu lama supaya barelnya jadi panas karena dalam hitungan detik aja panasnya cepet banget naik. Jadi kalo dia udah berhenti di angka yang di set, bisa langsung di pakai.


Selain itu ga usah khawatir kebakar kalo pake Maa Zee Naa karena si gigi sisir sikatnya ini ternyata juga dirancang khusus sebagai pelindung supaya aman kalo ga sengaja terkena tangan, telinga atau kulit kepala. Yang masih newbie atau yang belum familiar pake hot styling iron kayak gini, jangan khawatir akan kebakar kalo kena, karena sisirnya super aman dan ga panas.



Not to mention dengan menggunakan teknologi dari Jepang dan bahan platnya sendiri terbuat dari bahan titanium yang dikenal dengan daya hantar suhunya yang sangat baik, panasnya juga cepat dan stabil. Jadi  styling rambut setiap hari ga ada masalah karena Maa Zee Naa sama sekali ga ngerusak rambut, malahan karna ada kandungan ion yg tinggi bisa bikin rambut lebih keliatan lembut, berkilau, dan hasil stylingnya juga awet banget.


Aku udah nyobain produk ini selama satu minggu. Setiap aku mau keluar rumah, aku selalu styling pake ini. Biasanya kalo aku pake catokan brand lain, aku butuh waktu sekitar 15 menit untuk bikin hasil rambut natural blow, tapi dengan Maa Zee Naa dari Elona aku cuma butuh waktu kurang dari 10 menit, karena sekali swipe aja udah ngebentuk banget, selain itu hasilnya super soft, sleek, shiny, dan tahan lama.




Berhubung rambut aku lagi pendek, style rambut aku akhir-akhir ini emang ngebosenin banget, kalo ga sleek straight hair, ya aku styling natural blow aja dengan sedikit curly dibawah. Untuk curly besar-besar aku gemes banget pengen bikin, tapi masih belum bisa. Huhu.



Tapi seperti yang kalian lihat, hasilnya aku puas banget, bagus banget, serius. Aku styling ga pernah pake hairspray tapi dengan ini hasilnya bisa tahan.
Bahkan temen-temenku aja sampe amazed karena rambutku jadi rapi banget tiap ketemu mereka. Yang lebih bikin seneng lagi, mereka teracuni pada beli, hahaha. Ya karena emang bagus banget kok, temen-temen aku udah lihat hasil nyata-nya dan mereka suka. 
Buat yang penasaran gampang ga sih, atau sebagus apa sih produk ini, aku ada bikin mini video menggunakan Maa Zee Naa di instagram aku @rachelatte, silahkan kepoin :)

Dan jangan lupa untuk kepoin juga instagram-nya @elonaworld if you really interested with Elona’s products, atau cuma mau cek harga atau malahan mau langsung belanja, bisa langsung ke official website mereka www.elonaworld.com disitu lengkap banget, kalian bisa liat ada banyak produk rambut gemesin sesuai kebutuhan kalian.

Kalo aku recommend Maa Zee Naa karena menurut aku ini must-have hair tool buat yang suka styling rambut dengan berbagai macam gaya tapi ga mau ribet, apalagi untuk pemula dan yang suka travelling.

And that’s all untuk review kali ini, semoga membantu buat yang lagi bingung cari alat styling rambut.

Until next review

XO,
Rachel

Friday, November 3, 2017

Limited Edition Lime Crime M$LF Velvetines Bundles | REVIEW & SWATCHES

Setelah mereview tentang velvetines beberapa waktu lalu, aku jadi jatuh cinta banget sama Lime Crime dan mulai ngumpulin sedikit demi sedikit produknya.
Sebenernya Lime Crime sendiri udah sering banget bikin limited edition atau velvetines bundles/set yang cuma ada di bulan-bulan tertentu atau pas lagi collab sama someone famous. Tapiiiii baru sekarang deh aku mupeng banget sama serinya yg ini, it’s a M$LF Limited Edition Velvetines Set.

Setelah aku beli set ini, beberapa bulan setelahnya aku beli eyeshadow palette-nya yang aku taksir udah dari awal keluar dulu. Tapi akan aku review di post terpisah.


M$LF (baca: MILF) stands for Mother I’d Like to Follow terinspirasi dari Ibu-ibu yang confident dengan dirinya, oleh karena itu M$LF ini launch di bulan yang sama dengan Mother’s Day.

Detail from web:

M$LF Velvetines Set is inspired by millennial moms who feel comfortable in their skin and ‘own it’! Includes 4 ‘goes-with-everything’ neutrals, designed for a modern woman on-the-go. WARNING: May cause increased confidence!

“Many of our Instagram fans are young moms. I admire these women because they manage to be dedicated mothers and still slay their makeup! This collection celebrates all women and empowers them to be their most confident, bad-ass selves. These are the moms I’d like to follow!” - Doe Deere, Lime Crime CEO

I’m a mom, i’m independent, and i’m confident with my self. That’s why i need this set in my life, ehehehe *alesan*.
Anyway, ketika ini udah diributin di instagram-nya Lime Crime aku udah kayak kalang kabut kepengen punya banget tapi ternyata Lime Crime belum bisa shipping ke Indonesia. Jadi aku minta bantuan temenku yang ada di Sydney dan kebetulan dia mau balik ke Indo sekitar bulan Juni gitu, langsung aja aku titip dan dia mau loh dititipin. (shoutout for Devi my bestie! Love ya!). 
Dan pada akhirnya dia datang tepat beberapa hari setelah aku ulang tahun. Oh my. Anggap ajalah ini hadiah dari aku untuk aku, hahaha.


Aku sebenernya udah kepengen banget nulis tentang ini di blog tapi pada saat itu juga aku lagi seneng-senengnya bikin video tutorial, jadi untuk swatch via video bisa langsung klik aja disini 


PRICE

AUD 75.46 free shipping to Sydney
IDR sekitar 750.000 (kurs di bulan Mei)
Isi 4 full size limited edition velvetines


PACKAGING

salah satu yang bikin aku naksir berat sama set ini ga lain dan ga bukan adalah packagingnya, bentuknya seperti kotak rokok, ya kan. Ahahahha. Aku juga ga tau kenapa untuk Mother’s Day malah dibikin bentuk begini, tapi jujur aja ini juara banget deh. Belum ada brand lain yang bikin matte lipstick set dengan packaging seperti ini.


Lucu banget kan?
Di sisi kanan dan kirinya ada barcode dan ada warning yang bikin senyum-senyum sendiri.



Di bagian belakang seperti box velvetines lain, ada tulisan vegan & cruelty free, jangka waktu pemakaian setelah dibuka, dan ada ingredients dari masing-masing shade.


I mean look at the cap, lagi-lagi dikasi quotes yang bikin hati Ibu-ibu adem yah. Hihihi.


Every detail matters. Pokoknya packagingnya JUARA! I freaking love it!



THE SHADES

Jadi ini isinya full size ya, bukan mini, jadi bakalan puas banget dipakenya. Dan setau aku ini warna-warna baru dari velvetines yang belum dijual satuan.





Shades included: 

M$LF - Rose Nude
Cougar - Grey Taupe
Low Cut - True Terracotta
Stacy's Mom - Sugar Plum Mauve

Menurutku warnanya ini cantik-cantik dan wearable banget, walaupun ada Cougar yang warnanya terlihat intimidating, but hey ternyata nggak lho! Jatohnya cantik banget di bibir.



Texture & Pigmentation

Seperti matte lipstick lainnya, yang ini juga dry to complete matte finish. Tapi tetap berasa ringan dan ga sticky sama sekali. Untuk hasil yang sempurna, seperti biasa tipsnya harus exfoliate bibir dulu ya biar bisa diaplikasikan smoothly.
Untuk pigmentasinya Lime Crime ga usah ditanya lagi deh ya, cukup swatch-nya yang berbicara. Hehehe. Swatch di tangan itu aku cuma pake satu kali swipe aja and as you can see warnanya udah cover banget kan.


Feel & Staying Power

To be honest, Lime Crime velvetines probably my favorite matte lipstick. Aku udah cobain dari berbagai macam brand and still ini adalah yang paling enak menurutku. Ga bikin bibir kering,  ga pecah-pecah, ga berasa tebel, dan staying powernya juga menurutku lumayan. Tetep aja semua jenis matte lipstick akan hilang kalo dibawa makan atau minum apalagi kalo makan makanan berminyak, but i think it’s not a big deal. Tinggal touch up aja beres.



FINAL THOUGHTS

I just love it. Aku udah sampe kehabisan kata-kata untuk ngungkapin gimana senengnya aku punya ini. Walaupun ya memang harganya ga murah, tapi satu set ini isinya full size semua kok, bukan mini. Jadi itungannya jadi lebih murah per satuannya. Buat yang pengen nyobain, i highly recommend this!

Kalo disuruh milih mana yang paling aku suka, i’m sorry i can’t decide, i love them all! Nah kalo menurut kalian, mana sih warna yang paling kalian suka? Comment dibawah yaa :)

XO,
Rachel

Tuesday, October 24, 2017

Catrice Cosmetics | REVIEW & FIRST IMPRESSION

Hi, long time no blog!
I know it’s been a while, akhir-akhir ini aku sibuk banget karena anakku mulai masuk sekolah dan aku mulai melebarkan sayapku di dunia Makeup Artist, ehehehhe (we’ll talk about that later i promise).
Sebenernya aku punya banyak banget dokumen-dokumen reviews yang belum di publish dari awal tahun sampai detik ini dan ini PR banget buat aku. Targetnya tahun ini semua udah harus di publish. Hiks hiks maafin akuu karena udah terlalu lama mengabaikan blog :’(

Anyway, di post kali ini aku mau bahas tentang makeup brand yang buatku ini masih asing walaupun ternyata brand ini udah lama exist, yaitu Catrice Cosmetics.
Nah Catrice Cosmetics ini adalah brand asal Jerman yang udah ada sejak tahun 2004 dan di 2015 dia udah masuk ke Amerika dan sekitarnya, tapi baru masuk ke Indonesia di tahun 2017 ini (setau aku, CMIIW yaa).
Kalo di Indonesia setau aku lagi niihh, Catrice dijual di Guardian yang ada di Jakarta, ga tau kalo Guardian yang di kota lain udah ada atau belum. Di kota aku sendiri sih belum ada (belum ada Guardian malah), jadi aku dapetin ini secara online.



Sebenernya range makeup Catrice itu udah banyak banget, mulai dari foundation sampai eyeshadow semuanya lengkap, sebelum mutusin untuk beli apanya, i did a research tentang brand ini dan nonton review-nya Kathleen Lights. Berhubung aku adalah “complexion kinda girl” yang peduli banget sama complexion atau base makeup, akhirnya aku putusin untuk cobain foundation dan concealer-nya.

Let’s talk about the foundation first.

Catrice HD Liquid Coverage Foundation

Detail dari web:
The HD Liquid Coverage Foundation offers a high but natural-looking coverage, while feeling extremely lightweight – just like a second skin. Whilst providing a smooth and even complexion, the ultra-liquid texture is extremely high performing and longlasting. It covers imperfections up to 24 Hours and mattifies the skin. The extremely high definition finish is sure to make the skin beautifully even and camera ready.  




Price: Rp 120.000

Packaging: 
To be honest, it looks very expensive! Frosted glass bottle, feels heavy, isinya 30ml sama seperti foundation lain, yang uniknya ini pake pipette atau dropper aplikator, biasanya foundation kayak gini teksturnya bakalan super thin dan runny. 




Shade range: 
Too bad pilihan warnanya ga banyak, hanya ada 4 yaitu
010 Light Beige, 020 Rose Beige, 030 Sand Beige, dan 040 Warm Beige. Setelah aku searching, shade yang paling terang, ternyata ga cukup terang untuk kulit pale dan yang paling gelap ternyata juga ga cukup gelap untuk darker skin tone.
Jadi aku beli dua dari 4 shades yaitu 010 Light Beige dan 030 Sand Beige — aku NC25.

Kenapa aku beli dua shades?
As ya’ll know about me, aku selalu struggling dalam memilih foundation secara online jadi untuk lebih amannya aku langsung beli dua shades sekaligus. Dan bener aja, ternyata dua-duanya kurang cocok untuk tone kulit aku, apalagi dia sedikit oxidize, jadi lama kelamaan akan lebih gelap. Dengan beli dua shades ini aku jadi bisa mix keduanya, dan hasilnya lumayan bisa mendekati tone kulitku.




Staying Power:
Walaupun aku ga pernah pakai foundation sampai 24 jam, tapi foundation ini ternyata cukup tahan lama tanpa touch up. Aku test pakai selama sekitar 7 jam, dipakai wudhu, keringetan, it fades, tapi masih terlihat flawless di wajah aku.

Texture: 
Ternyata teksturnya sendiri ga se-thin dan se-runny NYX Total Control Drop Foundation (ini aku ga punya cuma pernah cobain aja), tapi juga ga se-thick foundation high coverage biasanya, jadi teksturnya ini in the middle of two types of foundations.

Coverage & finish: 
Pertama kali aku aplikasiin, i’m shook, ternyata lumayan nge-cover freckles dan redness di wajah aku, jadi coverage-nya medium to full. Definitely buildable. 
Minusnya, keringnya cepet banget, reminds me of Wet N Wild Photofocus dan L’oreal Infallible Pro Matte Foundation. Jadi begitu di aplikasikan, harus langsung di blend kalo ga mau jadi “belang” dan susah di blend karena udah keduluan kering.
Kalo di kulit aku sendiri hasilnya semi-matte, little bit luminous, jadi aku tetap butuh setting powder setelah pakai foundation ini supaya dia stays all day long.

Scent:
Ini yang paling ganggu banget, aromanya kayak baby wipes, tajam banget waktu pertama kali diaplikasiin. Tapi lama kelamaan akan hilang.

Aku suka aja sih sama foundation ini, walaupun belum “cinta”, tapi ini bisa aku masukin di list must have drugstore foundation, hehe. Dengan harga yang cukup murah, kamu bisa dapetin high coverage foundation yang ga berat di wajah. 

Foundation ini cocok untuk semua jenis kulit termasuk kulit kering, kombinasi dan paling bagus untuk kulit berminyak, dan menurutku aman dipakai sehari-hari. 
Aku rekomendasiin pakai brush untuk full coverage dan beauty blender atau sponge untuk hasil yang lebih natural.

Okay, let’s move on to the concealer.

Catrice Liquid Camouflage High Coverage Concealer

Detail di web:
Dark circles, irregularities and redness are now a thing of the past – the Liquid Camouflage offers optimal coverage and care. The liquid concealer is highly-pigmented, waterproof and especially long-lasting. Easy to use with a practical flock applicator.





Price: Rp 80.000

Packaging:
Concealer ini normal aja packaging-nya. Doe foot aplikator, bentuknya tube —seperti liquid concealer lipgloss atau matte lipsticks lainnya— dengan tutup hitam, pretty simple. Di tutupnya di tempelin stiker segede gaban yang menandakan bahwa concealer ini waterproof.





Shade range:
Sama seperti foundationnya, concealer ini juga ga banyak pilihan shade-nya, 005 Light Natural, 010 Porcellain, 020 Light Beige.
Aku pilih shade 010 Porcellain, this is not my color, jadi ini lebih cocok dipakai sebagai highlight.

Texture, coverage & staying power:
It’s definitely great for covering flaws, teksturnya thick dan creamy, high coverage. Karena pilihanku adalah 010 Porcellain, lebih terang dari tone kulit aku, jelas ga bisa untuk ngecover redness atau acne scars, jadi aku pakai ini sebagai highlighter untuk mencerahkan bagian bawah mata, hidung, dahi, dagu (basically on the centre of my face) dan untuk menutupi freckles. Concealer ini cukup tahan lama, and it does waterproof. I did a test on it and it stays pretty much all day.

Scent:
I don’t know ada apa sama Catrice, tapi concealer-nya juga beraroma baby wipes. Dan ini beneran kentara banget  begitu di aplikasiin. Memang sih lama kelamaan akan hilang, tapi untukku, aku lebih suka yang nggak beraroma atau beraroma segar.

Application & Finish:
Karena aplikatornya doe foot, penggunaannya juga gampang yah tinggal di oles-oles lalu di blend. Ngeblend-nya normal aja bisa pakai jari, brush atau sponge. I prefer brush as usual, dan hasilnya tetap flawless. It has a matte finish, dan keringnya juga lumayan cepet.

Overall thoughts:
Dari berbagai macam drugstore foundation yang aku cobain, yang menang di hati aku cuma Bourjois Healthy Mix Serum dan Maybelline Fit Me Matte + Poreless Foundation, selain itu kayak L’oreal, Wet N Wild, Neutrogena, dan lainnya yang banyak dapat review bagus dan 5 bintang, semuanya ga pernah cocok di aku —either dia terlalu matte, terlalu berat, bahkan sampai menimbulkan break outs.
Baru ini lagi aku nemuin drugstore foundation yang cocok banget sama aku. Brand Catrice emang ga main-main, dari segi harga dan kualitas produk yang mirip dengan high end brands, menurutku foundation dan concealer ini worth to try. 
Dan aku nunggu kesempatan lagi untuk cobain lebih banyak produk dari brand Catrice.

Until next review.

Love,
Rachel

Saturday, March 25, 2017

Skin Care Essentials 2016

Sebelum tahun 2016 berakhir, aku mau share sedikit review tentang skin care favorite aku di tahun ini. Mulai dari facial washmoisturizer, toner, dan obat jerawat.





Kulit aku dari 5 tahun terakhir ini selalu berubah dari yang normal to oily, super oily skin, combinaton, oily and acne prone, sampai pada akhirnya oily combination, banyak acne scars, dan kadang tumbuh jerawat kecil. Hehehe.Despite of all that type, i always be a sensitive skin. Yes. Kulitku kayaknya tipis banget, veins-nya kelihatan jelas, gampang merah, gampang terbakar sinar matahari dan gampang jerawatan.Menurutku ini hasil kebanyakan ditangani oleh produk-produk kimiawi dan gonta-ganti skin care. Karena dari sejak SMP aku udah berani-beranian pakai perawatan dari dokter kulit atau sekedar coba-coba produk skin care "inspired by nature" (you-know-the-brand) padahal mukaku pada saat itu belum ada problem apapun. Anyway, dengan kulit sensitif yang cenderung oily ini aku jadi rada kesulitan nemuin skin care yang pas. Bisa dibilang aku belum ada komitmen dengan produk dari manapun padahal aku udah cobain hampir semua skin care dengan review yang paling bagus untuk jenis kulitku, tapi tetap ga bikin perubahan yang signifikan.



Produk-produk yang akan aku bahas di postingan kali ini adalah produk yang "work" for my skin type. So, let's take a look of what's my skin care essentials.



1. FACIAL WASH : Clearasil Ultra Rapid Action Daily Face Wash






I'm a makeup person, jadi bisa dibilang aku pakai makeup setiap harinya. Aku selalu pakai milk makeup remover sebelum cuci muka, but still aku butuh face wash yang bisa membersihkan residue makeup yang masih nempel.Aku pakai Clearasil udah 6 bulan ini (sebelumnya aku pakai Paula's Choice).Harga beli IDR 255.000Pros :Clearasil face wash ini dilengkapi dengan salicylic acid 2% acne medication untuk membantu meredakan jerawat dan mencegah jerawat tumbuh lagi. Butiran micro scrub super halus ngebantu mengangkat kotoran dan sisa makeup, aku pair dengan Spin & Clean untuk hasil yg maksimal.Konsistensinya thick, dan ga terlalu foamy, wanginya juga ga over powering.Jadi untuk kulit sensitive dan acne prone ini cocok banget.Cons :Aku ga lihat perubahan di pori-pori, ga mengecil, ga tighten, biasa aja.Selain itu minyak di wajahku juga ga berkurang. So, untuk kontrol minyak dan tighten pores i think this product is not specific for it.



2.  FACE TONER : Thayers Witch Hazel Rose Petal






Penting banget untuk pilih toner yang alcohol-free. As we all know alkohol bisa bikin kulit kering, kalo kulit udah kering jadi gampang banget nimbulin kerutan.It's a big no no untuk kulit sensitif.





Harga beli IDR 250.000

Pros :
Toner ini kandungannya dari bahan-bahan natural (organic), alcohol-free, paraben free, gluten free, phthalate free (tidak mengandung senyawa kimia untuk melunakkan plastik), so many 'chemical-free' in this ingredients.
Wangi mawarnya kentara banget which i love it so much karena memang mengandung rose water.
Really hydrates my skin, ga bikin breakouts atau iritasi.
and please.. please banget liat deh segede apa botolnya. Ini 12oz. Guede banget! Puas dan awet banget, bisa sampai 3 bulan bahkan lebih.

Cons :
Botolnya ga travel friendly, karena tutupnya suka bocor. Jadi kalau mau bepergian mendingan pindahin ke botol kecil yang khusus untuk travelling.
Wangi mawarnya cukup strong, bagi yang sensitif sama wangi-wangian mungkin bakalan ga suka.


3. MOISTURIZER : Sensatia Botanicals Oily to Acne-Prone Facial Hydrates



Moisturizer aku kali ini sedikit beda, bukan cream, bukan juga gel, tapi oil. Face oil bukan hal baru lagi buat aku karena aku pernah nyobain Tarte Maracuja Oil dan itu bagus banget cuma ya emang susah di cari, belum masuk juga di Sephora Indonesia. jadi satu-satunya cara ya beli di Sephora US dan itu memakan biaya dan waktu yang cukup lama.
Jadi waktu lagi nyari-nyari moisturizer yang bagus dan affordable, i found this. It has a lot of good reviews. So i give it a try.

Harga beli IDR 165.000


Pros :
Harganya super murah banget banget dibanding face oil atau moisturizer lain yang pernah aku cobain.
Sensatia Botanicals terkenal dengan penggunaan bahan-bahan natural organic yang super aman untuk kulit. Wanginya enak banget, antara mint dan tea tree oil. di dalamnya ada kandungan lemon dan jojoba untuk melawan bakteri yang menyebabkan jerawat.
This actually my second bottle. 
Sensatia ga menjanjikan hasil yang instant since ini menggunakan bahan natural, tapi kalo rutin pemakaian akan kelihatan hasilnya.Yes it does! Kulit mukaku lebih kenyal dari sebelumnya, jerawat yang meradang mulai kempes, dan bekas jerawat yang membandel mulai memudar. 
Kenapa aku berani pakai face oil sedangkan mukaku sendiri tipe oily skin? Seharian aku diruangan ber-AC otomatis kulitku harus terhidrasi dengan baik, selama penggunaan face oil malahan ga bikin mukaku yg oily ini tambah oily kok. Malah ngebantu banget untuk menjaga kelembaban. Besides, bahan-bahan yang bisa dijadiin antiseptik untuk kulit berjerawat adalah nilai plus pada facial hydrates ini.


No cons for this product so far. 


Aaaanndd it's a wrap!

Untuk saat ini, produk diatas adalah yang paling cocok dengan kulitku. But please note, yang cocok di aku belum tentu cocok di kalian yah, begitu juga sebaliknya. Jangan pernah takut untuk selalu cari tau sebanyak-banyaknya tentang jenis kulit masing-masing dan apa yang diperlukan.

Until next review, toodles!
Rachel
Powered by Blogger.

Contact

Name

Email *

Message *

To get the latest update of me and my works

>> <<