Rachelatte

Beauty and Lifestyle Blog

Tuesday, October 24, 2017

Catrice Cosmetics | REVIEW & FIRST IMPRESSION

Hi, long time no blog!
I know it’s been a while, akhir-akhir ini aku sibuk banget karena anakku mulai masuk sekolah dan aku mulai melebarkan sayapku di dunia Makeup Artist, ehehehhe (we’ll talk about that later i promise).
Sebenernya aku punya banyak banget dokumen-dokumen reviews yang belum di publish dari awal tahun sampai detik ini dan ini PR banget buat aku. Targetnya tahun ini semua udah harus di publish. Hiks hiks maafin akuu karena udah terlalu lama mengabaikan blog :’(

Anyway, di post kali ini aku mau bahas tentang makeup brand yang buatku ini masih asing walaupun ternyata brand ini udah lama exist, yaitu Catrice Cosmetics.
Nah Catrice Cosmetics ini adalah brand asal Jerman yang udah ada sejak tahun 2004 dan di 2015 dia udah masuk ke Amerika dan sekitarnya, tapi baru masuk ke Indonesia di tahun 2017 ini (setau aku, CMIIW yaa).
Kalo di Indonesia setau aku lagi niihh, Catrice dijual di Guardian yang ada di Jakarta, ga tau kalo Guardian yang di kota lain udah ada atau belum. Di kota aku sendiri sih belum ada (belum ada Guardian malah), jadi aku dapetin ini secara online.



Sebenernya range makeup Catrice itu udah banyak banget, mulai dari foundation sampai eyeshadow semuanya lengkap, sebelum mutusin untuk beli apanya, i did a research tentang brand ini dan nonton review-nya Kathleen Lights. Berhubung aku adalah “complexion kinda girl” yang peduli banget sama complexion atau base makeup, akhirnya aku putusin untuk cobain foundation dan concealer-nya.

Let’s talk about the foundation first.

Catrice HD Liquid Coverage Foundation

Detail dari web:
The HD Liquid Coverage Foundation offers a high but natural-looking coverage, while feeling extremely lightweight – just like a second skin. Whilst providing a smooth and even complexion, the ultra-liquid texture is extremely high performing and longlasting. It covers imperfections up to 24 Hours and mattifies the skin. The extremely high definition finish is sure to make the skin beautifully even and camera ready.  




Price: Rp 120.000

Packaging: 
To be honest, it looks very expensive! Frosted glass bottle, feels heavy, isinya 30ml sama seperti foundation lain, yang uniknya ini pake pipette atau dropper aplikator, biasanya foundation kayak gini teksturnya bakalan super thin dan runny. 




Shade range: 
Too bad pilihan warnanya ga banyak, hanya ada 4 yaitu
010 Light Beige, 020 Rose Beige, 030 Sand Beige, dan 040 Warm Beige. Setelah aku searching, shade yang paling terang, ternyata ga cukup terang untuk kulit pale dan yang paling gelap ternyata juga ga cukup gelap untuk darker skin tone.
Jadi aku beli dua dari 4 shades yaitu 010 Light Beige dan 030 Sand Beige — aku NC25.

Kenapa aku beli dua shades?
As ya’ll know about me, aku selalu struggling dalam memilih foundation secara online jadi untuk lebih amannya aku langsung beli dua shades sekaligus. Dan bener aja, ternyata dua-duanya kurang cocok untuk tone kulit aku, apalagi dia sedikit oxidize, jadi lama kelamaan akan lebih gelap. Dengan beli dua shades ini aku jadi bisa mix keduanya, dan hasilnya lumayan bisa mendekati tone kulitku.




Staying Power:
Walaupun aku ga pernah pakai foundation sampai 24 jam, tapi foundation ini ternyata cukup tahan lama tanpa touch up. Aku test pakai selama sekitar 7 jam, dipakai wudhu, keringetan, it fades, tapi masih terlihat flawless di wajah aku.

Texture: 
Ternyata teksturnya sendiri ga se-thin dan se-runny NYX Total Control Drop Foundation (ini aku ga punya cuma pernah cobain aja), tapi juga ga se-thick foundation high coverage biasanya, jadi teksturnya ini in the middle of two types of foundations.

Coverage & finish: 
Pertama kali aku aplikasiin, i’m shook, ternyata lumayan nge-cover freckles dan redness di wajah aku, jadi coverage-nya medium to full. Definitely buildable. 
Minusnya, keringnya cepet banget, reminds me of Wet N Wild Photofocus dan L’oreal Infallible Pro Matte Foundation. Jadi begitu di aplikasikan, harus langsung di blend kalo ga mau jadi “belang” dan susah di blend karena udah keduluan kering.
Kalo di kulit aku sendiri hasilnya semi-matte, little bit luminous, jadi aku tetap butuh setting powder setelah pakai foundation ini supaya dia stays all day long.

Scent:
Ini yang paling ganggu banget, aromanya kayak baby wipes, tajam banget waktu pertama kali diaplikasiin. Tapi lama kelamaan akan hilang.

Aku suka aja sih sama foundation ini, walaupun belum “cinta”, tapi ini bisa aku masukin di list must have drugstore foundation, hehe. Dengan harga yang cukup murah, kamu bisa dapetin high coverage foundation yang ga berat di wajah. 

Foundation ini cocok untuk semua jenis kulit termasuk kulit kering, kombinasi dan paling bagus untuk kulit berminyak, dan menurutku aman dipakai sehari-hari. 
Aku rekomendasiin pakai brush untuk full coverage dan beauty blender atau sponge untuk hasil yang lebih natural.

Okay, let’s move on to the concealer.

Catrice Liquid Camouflage High Coverage Concealer

Detail di web:
Dark circles, irregularities and redness are now a thing of the past – the Liquid Camouflage offers optimal coverage and care. The liquid concealer is highly-pigmented, waterproof and especially long-lasting. Easy to use with a practical flock applicator.





Price: Rp 80.000

Packaging:
Concealer ini normal aja packaging-nya. Doe foot aplikator, bentuknya tube —seperti liquid concealer lipgloss atau matte lipsticks lainnya— dengan tutup hitam, pretty simple. Di tutupnya di tempelin stiker segede gaban yang menandakan bahwa concealer ini waterproof.





Shade range:
Sama seperti foundationnya, concealer ini juga ga banyak pilihan shade-nya, 005 Light Natural, 010 Porcellain, 020 Light Beige.
Aku pilih shade 010 Porcellain, this is not my color, jadi ini lebih cocok dipakai sebagai highlight.

Texture, coverage & staying power:
It’s definitely great for covering flaws, teksturnya thick dan creamy, high coverage. Karena pilihanku adalah 010 Porcellain, lebih terang dari tone kulit aku, jelas ga bisa untuk ngecover redness atau acne scars, jadi aku pakai ini sebagai highlighter untuk mencerahkan bagian bawah mata, hidung, dahi, dagu (basically on the centre of my face) dan untuk menutupi freckles. Concealer ini cukup tahan lama, and it does waterproof. I did a test on it and it stays pretty much all day.

Scent:
I don’t know ada apa sama Catrice, tapi concealer-nya juga beraroma baby wipes. Dan ini beneran kentara banget  begitu di aplikasiin. Memang sih lama kelamaan akan hilang, tapi untukku, aku lebih suka yang nggak beraroma atau beraroma segar.

Application & Finish:
Karena aplikatornya doe foot, penggunaannya juga gampang yah tinggal di oles-oles lalu di blend. Ngeblend-nya normal aja bisa pakai jari, brush atau sponge. I prefer brush as usual, dan hasilnya tetap flawless. It has a matte finish, dan keringnya juga lumayan cepet.

Overall thoughts:
Dari berbagai macam drugstore foundation yang aku cobain, yang menang di hati aku cuma Bourjois Healthy Mix Serum dan Maybelline Fit Me Matte + Poreless Foundation, selain itu kayak L’oreal, Wet N Wild, Neutrogena, dan lainnya yang banyak dapat review bagus dan 5 bintang, semuanya ga pernah cocok di aku —either dia terlalu matte, terlalu berat, bahkan sampai menimbulkan break outs.
Baru ini lagi aku nemuin drugstore foundation yang cocok banget sama aku. Brand Catrice emang ga main-main, dari segi harga dan kualitas produk yang mirip dengan high end brands, menurutku foundation dan concealer ini worth to try. 
Dan aku nunggu kesempatan lagi untuk cobain lebih banyak produk dari brand Catrice.

Until next review.

Love,
Rachel

Saturday, March 25, 2017

Skin Care Essentials 2016

Sebelum tahun 2016 berakhir, aku mau share sedikit review tentang skin care favorite aku di tahun ini. Mulai dari facial wash, moisturizer, toner, dan obat jerawat.





Kulit aku dari 5 tahun terakhir ini selalu berubah dari yang normal to oily, super oily skin, combinaton, oily and acne prone, sampai pada akhirnya oily combination, banyak acne scars, dan kadang tumbuh jerawat kecil. Hehehe.Despite of all that type, i always be a sensitive skin. Yes. Kulitku kayaknya tipis banget, veins-nya kelihatan jelas, gampang merah, gampang terbakar sinar matahari dan gampang jerawatan.Menurutku ini hasil kebanyakan ditangani oleh produk-produk kimiawi dan gonta-ganti skin care. Karena dari sejak SMP aku udah berani-beranian pakai perawatan dari dokter kulit atau sekedar coba-coba produk skin care "inspired by nature" (you-know-the-brand) padahal mukaku pada saat itu belum ada problem apapun. Anyway, dengan kulit sensitif yang cenderung oily ini aku jadi rada kesulitan nemuin skin care yang pas. Bisa dibilang aku belum ada komitmen dengan produk dari manapun padahal aku udah cobain hampir semua skin care dengan review yang paling bagus untuk jenis kulitku, tapi tetap ga bikin perubahan yang signifikan.



Produk-produk yang akan aku bahas di postingan kali ini adalah produk yang "work" for my skin type. So, let's take a look of what's my skin care essentials.



1. FACIAL WASH : Clearasil Ultra Rapid Action Daily Face Wash






I'm a makeup person, jadi bisa dibilang aku pakai makeup setiap harinya. Aku selalu pakai milk makeup remover sebelum cuci muka, but still aku butuh face wash yang bisa membersihkan residue makeup yang masih nempel.Aku pakai Clearasil udah 6 bulan ini (sebelumnya aku pakai Paula's Choice).Harga beli IDR 255.000Pros :Clearasil face wash ini dilengkapi dengan salicylic acid 2% acne medication untuk membantu meredakan jerawat dan mencegah jerawat tumbuh lagi. Butiran micro scrub super halus ngebantu mengangkat kotoran dan sisa makeup, aku pair dengan Spin & Clean untuk hasil yg maksimal.Konsistensinya thick, dan ga terlalu foamy, wanginya juga ga over powering.Jadi untuk kulit sensitive dan acne prone ini cocok banget.Cons :Aku ga lihat perubahan di pori-pori, ga mengecil, ga tighten, biasa aja.Selain itu minyak di wajahku juga ga berkurang. So, untuk kontrol minyak dan tighten pores i think this product is not specific for it.



2.  FACE TONER : Thayers Witch Hazel Rose Petal






Penting banget untuk pilih toner yang alcohol-free. As we all know alkohol bisa bikin kulit kering, kalo kulit udah kering jadi gampang banget nimbulin kerutan.It's a big no no untuk kulit sensitif.





Harga beli IDR 250.000

Pros :
Toner ini kandungannya dari bahan-bahan natural (organic), alcohol-free, paraben free, gluten free, phthalate free (tidak mengandung senyawa kimia untuk melunakkan plastik), so many 'chemical-free' in this ingredients.
Wangi mawarnya kentara banget which i love it so much karena memang mengandung rose water.
Really hydrates my skin, ga bikin breakouts atau iritasi.
and please.. please banget liat deh segede apa botolnya. Ini 12oz. Guede banget! Puas dan awet banget, bisa sampai 3 bulan bahkan lebih.

Cons :
Botolnya ga travel friendly, karena tutupnya suka bocor. Jadi kalau mau bepergian mendingan pindahin ke botol kecil yang khusus untuk travelling.
Wangi mawarnya cukup strong, bagi yang sensitif sama wangi-wangian mungkin bakalan ga suka.


3. MOISTURIZER : Sensatia Botanicals Oily to Acne-Prone Facial Hydrates



Moisturizer aku kali ini sedikit beda, bukan cream, bukan juga gel, tapi oil. Face oil bukan hal baru lagi buat aku karena aku pernah nyobain Tarte Maracuja Oil dan itu bagus banget cuma ya emang susah di cari, belum masuk juga di Sephora Indonesia. jadi satu-satunya cara ya beli di Sephora US dan itu memakan biaya dan waktu yang cukup lama.
Jadi waktu lagi nyari-nyari moisturizer yang bagus dan affordable, i found this. It has a lot of good reviews. So i give it a try.

Harga beli IDR 165.000


Pros :
Harganya super murah banget banget dibanding face oil atau moisturizer lain yang pernah aku cobain.
Sensatia Botanicals terkenal dengan penggunaan bahan-bahan natural organic yang super aman untuk kulit. Wanginya enak banget, antara mint dan tea tree oil. di dalamnya ada kandungan lemon dan jojoba untuk melawan bakteri yang menyebabkan jerawat.
This actually my second bottle. 
Sensatia ga menjanjikan hasil yang instant since ini menggunakan bahan natural, tapi kalo rutin pemakaian akan kelihatan hasilnya.Yes it does! Kulit mukaku lebih kenyal dari sebelumnya, jerawat yang meradang mulai kempes, dan bekas jerawat yang membandel mulai memudar. 
Kenapa aku berani pakai face oil sedangkan mukaku sendiri tipe oily skin? Seharian aku diruangan ber-AC otomatis kulitku harus terhidrasi dengan baik, selama penggunaan face oil malahan ga bikin mukaku yg oily ini tambah oily kok. Malah ngebantu banget untuk menjaga kelembaban. Besides, bahan-bahan yang bisa dijadiin antiseptik untuk kulit berjerawat adalah nilai plus pada facial hydrates ini.


No cons for this product so far. 


Aaaanndd it's a wrap!

Untuk saat ini, produk diatas adalah yang paling cocok dengan kulitku. But please note, yang cocok di aku belum tentu cocok di kalian yah, begitu juga sebaliknya. Jangan pernah takut untuk selalu cari tau sebanyak-banyaknya tentang jenis kulit masing-masing dan apa yang diperlukan.

Until next review, toodles!
Rachel

Friday, December 9, 2016

SPIN & CLEAN Cleansing Brush | REVIEW and FIRST IMPRESSIONS

Pernah ga sih kalian merasa kalau cuci muka aja ga cukup bersih, masih ada sisa makeup lah, atau masih aja timbul jerawat walaupun udah pakai sabun muka anti jerawat. Well, itu mungkin karena cuci muka dengan tangan aja ga cukup untuk mengangkat kotoran dan sisa makeup yang nempel di pori-pori.

Karena kulit mukaku yang sensitif, hal kayak gitu sering banget terjadi sama aku, so i came across and recently purchased SPIN & CLEAN Cleansing Brush.
It's a skin care device dengan sistem spinning (berputar). 


Spin & Clean Claims:
Spin & clean cleansing brush membantu membersihkan wajah secara menyeluruh, exfoliating sel-sel kulit mati sehingga wajah jadi terlihat lebih muda dan radiant, membersihkan kotoran dan sisa makeup yang dipakai seharian without irritating, menyamarkan garis/kerutan halus dan menghilangkan komedo.
Membersihkan lebih bersih 5x lipat dibandingkan cuci muka pakai tangan. 

Made in China 

Price: IDR 438.000 
Face Brush refill (pack of 2) IDR 150.000


Cara Penggunaan: 
Spin & Clean akan nyala kalau udah dipasangin baterai AA 4 biji (adminnya rekomendasiin menggunakan ABC biru putih).



Sebelum di nyalakan, basahi dulu wajah dan brush (better pakai air hangat) kemudian teteskan sabun cuci muka di atas brush, gently rotate the spin & clean to my face sekitar 5 menitan, lalu bilas dengan air dingin. And voila! Pemakaian pertama aja udah berasa banget bersihnya.

My Experience with Spin & Clean Cleansing Brush

Aku beli Spin & Clean ini 3 bulan lalu dari Instagram @spinandclean.id

It came with a simple box dengan clear plastic cover, jadi bisa kelihatan isinya. Pada box dilengkapi dengan detail tentang Spin & Clean system dan bursh heads-nya.




THE PROS:
Spin & Clean brush dilengkapi dengan berbagai jenis brush yang bisa dilepas pasang. Masing-masing brush punya kegunaan tersendiri. Which is why i think this device is so special.


Device-nya sendiri water resistance jadi aman dipakai pada saat mandi. 

Pilihan warna Spin & Clean ada 4 dan lucu-lucu. Ada lavender, abu-abu, pink, dan biru. Aku pilih pink aja, biar girly-girly gimanaa gitu. Hehe.

Untuk pemakaiannya sendiri aku ga setiap hari. Aku pakai kalau aku merasa butuh deep cleansing/exfoliating karena seharian diluar rumah atau setelah memakai heavy makeup atau saat aku lihat mukaku mulai kusam. 

I really enjoy ritual cuci muka aku dengan menggunakan spin & clean, berasa mukaku kayak di pijet-pijet.

Setelah 1 bulanan pemakaian yang aku lihat memang ada sedikit perubahan, kulit mukaku jadi terasa lebih smooth, brighter, bekas jerawat membandel mulai memudar dan mulai jarang tumbuh jerawat. So happy!

THE CONS:
Tutup baterai ga cukup rapat jadi beberapa kali setelah pemakaian, aku cek ternyata ada air yang masuk ke dalam baterainya.

Bagi kulit sensitif wajib banget ganti brush minimal setelah 3 bulan pemakaian. Agar terhindar dari bakteri yang menempel. That's why aku beli sekalian refill brush-nya. 

What's in the box:
- spin & clean system
- small brush
- big brush
- pumice stone
- face sponge
- manual book



Kegunaan Masing-masing Brush:

1. Small Brush / Face Brush: brush ini bentuknya standar, dipakai untuk exfoliate wajah. Bristlesnya lumayan kaku tapi cukup lembut saat diusapkan di wajah. Bener-bener ngebantu mengangkat sisa makeup hingga ke pori-pori.


2. Big Brush / Body Brush: brush yang paling gede di box. Digunakan untuk exfoliate badan atau bisa juga digunakan untuk wajah kalau kamu ga cukup puas dengan small brush. Bristles dan bentuknya sama aja seperti small brush cuma ini versi gedenya. Enak banget deh dipakai setelah luluran, menurutku ngebantu banget kulit jadi lebih bersih.


3. Pumice Stone: seperti kegunaan batu apung biasa, digunakan untuk membersihkan daerah-daerah kasar seperti tumit atau siku.


4. Face Sponge: ini yang ga pernah sama sekali aku cobain. Ini dipakai katanya setelah ritual cuci muka untuk mengaplikasikan moisturizer karena punya sensasi memijat wajah. Jadi moisturizer-nya akan lebih meresap. Tapi aku sendiri ga pernah nyobain ini karena untuk moisturizer aku lebih memilih pakai tangan aja. 


Rating: 4/5

OVERALL REVIEW:
Menurutku Spin & Clean ini cukup bagus untuk yang punya problem kayak aku (ga cukup cuci muka dengan tangan). Aku rekomendasiin ini. Price-nya juga affordable. Pilihan brush heads yang banyak, bisa jadi pertimbangan juga lho dengan harga yang murah.
Tapi tetap harus hati-hati dan selalu cek tutup baterai-nya. Karena posisinya di bagian handle (dibawah) kesempatan untuk dimasukin air jadi lebih besar. So, kalau sampai terjadi kemasukan air, sebelum rusak ada baiknya dibicarain dengan pihak Spin & Clean yang super baik hati untuk penanganan lebih lanjut.

So, have you tried the cleansing device? Would you like to try one? Share with me :)

xoxo,
Rachel 


P.S : this review is not sponsored by any company mention. all products in this review are purchased by me with my own money.

Saturday, August 20, 2016

Desio Contact Lenses | REVIEW & FIRST IMPRESSION

Haiii, welcome back to another review. 
Kali ini aku mau ngebahas brand contact lens dari Italy, it's DESIO ITALIAN LUXURY CONTACT LENSES

Aku udah mengidam-idamkan kontak lensa ini sejak pertama kali ngeliat Evon Wahab (youtube channel: makeupbyevon) wearing shade 'Desert Dream' di salah satu video makeup-nya di awal tahun 2015 lalu. Setelah beberapa kali kebawa mimpi, finally i ordered mine. Waktu itu butuh waktu kurang lebih 5 minggu karena sempat ketahan di bea cukai, sampai akhirnya Desio pertamaku datang.

Untuk pertama kalinya aku order shade 'Caramel Brown'. Setelah nyobain kontak lensa ini aku jadi addicted banget lho. Perasaan pengen punya semua warna, hehe. Sooo, selang beberapa bulan i ordered another shades untuk kedua kalinya, kali ini karena ada promo Christmas buy 2 get 2 for free aku jadi untung mengingat satu kontak lensa mencapai 700ribu lebih. That was a very great deal.




Shades yang aku order kali ini ada 3 dari line Sensual Beauty; Desert Dream, Smoky Grey, dan another Caramel Brown (bcos i accidentally ripped the first one). Sedangkan satunya lagi dari line Two Shades Of Grey in Lighter.

PACKAGING :

As always packaging is everything.
So first impression tentang packagingnya : I LOVE IT!
Untuk koleksi Sensual Beauty atau yg suka aku sebut classic desio, packaging-nya berwarna rose gold, dengan garis coklat tua dibawahnya. Sedangkan untuk Two Shades Of Grey berwarna abu-abu muda dengan garis hitam dibawahnya. They look very sleek, fancy, and simple.

Special packaging karena pembelian saat promo Christmas



PRODUCT DETAILS :





Sensual Beauty
1 pair (2 lenses) including contact lens case
Material : polymacon
Water content : 38%
Diameter : 14.3mm
Base curve : 8.6
Expiration : 3 months

Two Shades Of Grey
1 pair (2 lenses) including contact lens case
Material : polymacon
Water content : 38%
Diameter : 14.5mm
Base curve : 8.7 
Expiration : 3 months

Made in Italy

Harga untuk sepasang Desio Lens

Sensual Beauty Lenses : €39  
IDR 720.000 (kurs tahun 2015 + tax)
Untuk mata normal, plano (0.00) / minus (-0.50 up to -6.00)

Two Shades Of Grey : €42
IDR 800.000 (kurs tahun 2015 + tax)
Untuk mata normal, plano (0.00) / minus (-0.50 up to -6.00)

Untuk special prescription seperti silinder atau mata plus akan dikenakan biaya yang lebih mahal dan jangka pengiriman waktu yang lebih lama, karena stocknya ga ready. Untuk yang punya mata minus yang beda antara kanan dan kiri, Desio lebih menganjurkan untuk beli 2 box dengan masing-masing minus yang dibutuhkan.

Kalau dilihat dari harga, Desio ini beneran mahal banget untuk sepasang kontak lensa. Setelah tau harganya, orang pasti bakalan bilang 'dih ngapain beli sampe 700an, mendingan beli kuota' atau 'banyak kali kontak lensa harga 70-100ribuan udah cakep kok', dan sebagainya.
TAPI, pertanyaannya kenapa aku rela ngerogoh kocek segini dalem demi nyobain kontak lensa fenomenal ini?
Problemku sebagai orang asia dengan warna mata dark brown, pastinya kalau beli kontak lens  alasannya pengen warna matanya berubah biar kelihatan lebih beda, selain itu tapi pengen juga kelihatan natural pas dipakai, tapi ga mau sampai iritasi atau jadi merah matanya pas dipakai. 
Nah, Desio dikenal karena memang dibuat untuk tujuan kosmetik dan memang ditujukan untuk orang-orang dengan warna mata gelap (brown, dark brown, black) that's why ketika dipakai warnanya akan meng-cover warna asli mata dan langsung memberikan efek pada warna mata kita dengan kesan natural. Plus-plusnya nyaman dipakai, ga cepat kering, ga bikin mata kelihatan merah, dan lainnya.

THE RESULT :



Sensual Beauty adalah line lensa Desio yang paling pertama keluar, makanya warnanya lebih bervariasi. Ini yang pertama kali aku cobain, dan OMG! aku langsung takjub banget. Serius. Warnanya vibrant, tapi masih kelihatan natural dan ukurannya pas banget dimata aku, ga ganjel, ga shifting atau moving. I just LOVE them!

Two Shades Of Grey line baru dari Desio dengan pilihan dua jenis warna abu-abu. 
Lighter : light grey
Darker : dark grey
Diameter dan base curve nya juga sedikit lebih besar dari Sensual Beauty.

Nah! Lighter adalah pengecualian.
Kalo aku jatuh cinta banget sama classic desio, untuk 'Lighter', i think this lens is hate me. Selain kurang pas di mata aku (dia selalu pelan-pelan moving kebawah, dan terasa ngeganjel), dia juga bikin mata aku iritasi. Kecewa banget sih sebenernya, karena selain aku suka banget sama designnya yang lebih natural menurutku, harganya juga lebih mahal dari classic desio. Hiks.

COMFORT :



Karena lensanya cukup tipis (ini lensa ter-tipis yang pernah aku cobain) jadi pengaplikasiannya cukup gampang, but be very careful bagi kalian yang punya kuku panjang, you don't wanna ripped your 720 ribu rupiah contact lens at first time trying.
Untuk penglihatanku saat pakai kontak lens ini very crystal clear. Tapi.. Hmmm, aku ga mau bilang sih kalau pakai Desio saking nyamannya kayak ga pakai kontak lens. Karena kita memang pakai, cuma karena lensa ini cukup tipis dan kadar airnya ga tinggi maka dia akan lebih sedikit menyerap air mata sehingga kelembaban tetap terjaga. Anyway, aku pernah pakai contact lens nya hampir seharian, kalau ga salah lebih dari 6 jam. Wajar aja sih menurut aku setelah lewat dari 4 jam pemakaian, mulai terasa kering dan penglihatan mulai sedikit blur. Kalau udah begitu, aku langsung tetesin solution khusus kontak lens dan setelah itu (like a magic) lensanya kembali nyaman di mata.

OVERALL :

I would recommend this untuk kalian semua yang mau nyobain pakai colored contact lens yang hasilnya beneran bisa bikin warna mata berubah tapi masih kelihatan natural.

Aku ga kapok kok untuk beli lebih banyak warna lagi walaupun di aku Two Shades Of Grey 'Lighter' ga akan pernah cocok, tapi belum tentu kalian akan mengalami hal yang sama kayak aku. So i suggest to try first, karena kalo ga nyobain kita ga akan pernah tau kan.
Selain itu masih banyak warna dari Sensual Beauty yang masih bikin aku penasaran, belum lagi Desio udah launching warna-warna terbaru dari line terbaru mereka COFFEE COLLECTION. I will definitely try some of them. 

Until next review.

XOXO,
RACHEL

Tuesday, December 29, 2015

The Balm : What's Your Type? Mascara REVIEW

Makeup kit apa yang akan kamu bawa kalau terdampar di sebuah pulau?
Akhir-akhir ini pertanyaan ini lagi booming banget dikalangan beauty enthusiast.
Jawabanku? Dipbrow pomade dan maskara. I'll be fine terdampar di pulau asalkan ada dua benda kesayangan ini.

Tapi untuk urusan maskara, jujur aja aku rewel banget. Bulu mata aku tumbuh lurus kebawah, walaupun panjangnya cukup, tapi ga cukup tebal, dan ga lentik. That's why aku butuh mascara yang bisa hold bulu mata aku.
I've been tried so many mascara, dari macem-macem brand, macem-macem harga, macem-macem jenis, tapi yang paling cocok cuma dari Maybelline dan L'oreal. Terutama L'oreal Telescopic waterproof mascara (you win my heart!), tapi i run out of this baby and there's no back up. Berkali-kali mantengin drugstore tapi selalu out of stock. Jadi terpaksa aku cari alternatif lain.
Pertanyaannya: kenapa ga beli Maybelline aja? Katanya dulu cocok banget?
Yup! Emang cocok banget, tapi sama aja kayak L'oreal. Yang jadi favorit aku ga pernah masuk ke Indonesia dan mesti di order lagi lewat USA drugstore dan sejenisnya. I don't have enough time untuk nungguin sampai 2 mingguan, maskara-ku beneran habis.

Pas jalan ke metro, aku iseng ke counter The Balm dan nyobain maskara-nya.


Look at the packaging, isn't that cute?! Hihi.
Sebenarnya "What's Your Type?" mascara ini ada dua jenis; "tall, dark, and handsome" dan "the body builder". 
You can tell by look at the packaging, mine is The Body Builder one. 
Yang ada di counter cuma ada yang body builder aja, selain itu aku dikasi tau kalau maskara ini cocok untuk yang mau bulu matanya kelihatan full. I give it a try saat di counter, waktu itu aku udah pakai L'oreal Telescopic dari rumah dan memang setelah dipakai bulu mata kelihatan lebih tebal. Besides, size wand-nya yang panjang dan precise memudahkan kita untuk pengaplikasian dari pangkal bulu mata.

Penjelasan di web-nya:
Let this "body builder" show you how to pump up your lashes and give them the lift they need. Formulated with Vitamin E, Panthenol and Bamboo, this mascara strengthens and conditions your lashes so they are always amped. Push the limits of your lashes by layering an extra coat to take your volume to the max.

Walaupun ga ada tulisan waterproof-nya, aku nekat beli. Dan sebenernya juga udah di wanti-wanti sama mbaknya kalau ini ga waterproof but smudgeproof.
Tapi yang bikin aku seneng awalnya, pulang dari jalan seharian di mall, bulu mata ku stay curled and looks fuller.




Keesokan harinya, saat L'oreal Telescopic ku bener-bener habis, aku pakai on my bare eyelashes. Dan bener aja! Ternyata dia ga hold bulu mata aku yang udah di jepit. Keringnya juga agak lama, jadi agak susah buatku untuk jepit ulang bulu mata setelah di beri maskara, at least aku mesti nunggu sekitar 3 menit untuk recurled bulu mata. So berarti kemarin pas cobain, bulu mataku keliatan oke banget karena sebelumnya aku udah pakai Telescopic dari rumah, hmmm... sudah kuduga!

Honestly, aku rada parno karena hal ini pernah terjadi saat aku cobain pakai Benefit They're Real Mascara, karena di masanya maskara itu hits banget. I really really disappointed! Bulu mataku ga ada lentik-lentiknya, wet, dan bleberan kemana-mana. That was a terrible experience dan aku takut banget kalau sampai keulang.

Dengan Body Builder ini apakah aku merasakan hal yang sama? O-ho! Alhamdulillah sih ga sampai separah saat pakai They're Real. Setelah dia kering, aku recurled, apply more mascara, and they'll stay walaupun tetep ngga waterproof. But i still happy karena ngga bleberan kemana-mana.
Orrrr akau pakai trick ini, aku pakai Maybelline Lash Discovery mascara, setelah kering aku apply Body Builder, and bam! My eyelashes looks fuller and greater. I love it!




By the way, this maybelline lash discovery mascara is waterproof one, jadi setelah bulu mataku di curled dan apply maskara ini they will stay curled, selain itu dia juga memberikan efek length, but not the volume.
Jadi menurutku kombinasi duo maskara ini udah yang paling oke.
Mostly aku pakai kombinasi ini di malam hari, mengingat si Body Builder ga waterproof dan di malam hari aku jarang keringetan, my eyelashes will stay up all night.

So, the overall score for this The Balm Body Builder Mascara is 7 stars of 10.

I LOVE :
- the packaging
- bentuk spoolie nya yang panjang dan skinny
- given a good volume for eyelashes
- warnanya yang hitam pekat
- smudgeproof
- bisa dikombinasikan dengan maskara merk lain

I HATE :
- the way it looks alone on my eyelashes
- not waterproof
- takes more than a minute to dry
Powered by Blogger.

Contact

Name

Email *

Message *

To get the latest update of me and my works

>> <<